Sabtu, 11 Juni 2011

Uji Coba IPv6 Sedunia Berlangsung Mulus

SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak terasa, uji coba penerapan teknologi jaringan internet masa depan dengan IPv6 (internet protocol versi 6), sepanjang Rabu (8/6/2011), sukses dilakukan. Sejumlah situs terkemuka yang berpartisipasi menjajal layanannya dengan versi yang mendukung IPv6 tidak mengalami gangguan berarti terbukti hampir tidak adanya keluhan dari konsumen.

World IPv6 Day atau Hari IPv6 Sedunia merupakan proyek uji coba yang disponsori Internet Society untuk mengantisipasi peralihan teknologi. Sejumlah pihak menilai proses peralihan ini sepenting Y2K saat penentuan waktu di komputer harus disesuaikan di tahun 2000. Tujuan uji coba ini adalah mencari kemungkinan adanya masalah saat situs-situs web harus melakukan migrasi ke sistem pengalamatan baru.
Lebih dari 400 situs milik perusahaan swasta, pemerintah, dan universitas berpartisipasi dalam uji coba ini. Di antaranya situs besar seperti Facebook, Google, Yahoo, dan Bing juga turut menguji versi webnya yang mendukung IPv6. Ajakan untuk berpatisipasi dalam uji coba ini sudah didengungkan sejak 5 bulan lalu.
"Hari IPv6 Sedunia mendorong banyak perusahaan besar melangkah bersama. Mereka menjadikannya sebagai tenggang waktu menerapkan IPv6. Kita berharap semakin banyak orang yang akan terus menggunakannya karena terbukti tidak ada masalah," kata Martin Levy, Direktur IPv6 di Hurricane Electric, AS, yang mengklaim menggunakan backbone berbasis IPv6 terbesar saat ini.
Sistem Internet Protocol (IP) Address adalah sistem pengalamatan jaringan yang merupakan bagian paling penting dari sebuah proses akses informasi dan komunikasi. Sejak 1983 hingga saat ini sistem pengalamatan yang umum dipergunakan adalah IPv4 dengan kapasitas alamat sebesar kurang lebih 4,2 miliar.
Internet Assigned Numbers Authority (IANA), sebuah lembaga resmi internasional pengelola alamat IP merilis data bahwa jumlah alamat tersisa dari IPv4 saat ini kurang lebih hanya tersisa 10 persen dari kapasitas awal atau sekitar 400 juta alamat saja. Jumlah ini tidak memadai untuk mengantisipasi perkembangan pengguna internet saat ini yang amat luar biasa ditambah lagi dengan adanya perkembangan teknologi telekomunikasi masa datang yang berbasis IP. IPv6 merupakan protokol internet baru yang dikembangkan untuk mengantisipasi protokol IPv4 yang sebentar lagi penuh.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates