Sabtu, 11 Juni 2011

PEREKONOMIAN ITALIA DENGAN PAHAM KAPITALIS

ITALIA UTARA DAN ITALIA SELATAN

Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad 16 hingga abad 19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut. Kapitalisme muncul dari paham feodalisme di Eropa. Kapitalisme di Eropa muncul dari pemikiran kaum ilmiah yang pada awalnya berpikir untuk kesejahteraan kaum buruh. Sejarah kapitalisme melewati tiga fase yaitu kapitalisme awal ( 1500-1750), kapitalisme klasik, dan kapitalisme lanjut. Diantaranya penganut paham kalpitalisme adalah Italia.
Republik Italia (bahasa Italia: Repubblica Italiana atau Italia) adalah sebuah negara di Eropa selatan yang terdiri dari sebuah semenanjung yang berbentuk sepatu boot dan dua pulau besar di Laut Tengah: Sisilia dan Sardinia. Italia berbagi perbatasan bersaljunya di utara dengan Perancis, Swiss, Ausria dan Slovenia. Negara San Marino dan Vatikan adalah enklave di dalam wilayah Italia. Italia terunifikasi pada tahun 1861 saat negara-negara regional di semenanjung bersama dengan Sardinia dan Sisilia dipersatukan di bawah Raja Victor Emmanuel II. Pada tahun 1922, Benito Mussolini mendirikan pemerintahan diktator fasis yang menunjukkan Italia semakin dekat dengan pemerintahan parlementer. Keputusannya untuk beraliansi dengan Nazi Jerman berujung pada kekalahan Italia pada Perang Dunia II. Sebuah Republik demokratis menggantikan monarki pada tahun 1946 diikuti oleh perbaikan ekonomi. Italia merupakan anggota NATO dan Uni Eropa. Masalah yang dihadapi oleh Italia termasuk imigran gelap, kejahatan teroganisir, korupsi, tingginya angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang lambat, dan rendahnya pendapatan dan standar kehidupan di selatan Italia dibandingkan dengan di utara Italia yang lebih makmur.
Italia memiliki berbagai macam industri dengan pendapatan per kapita secara kasar dapat disamakan dengan Perancis dan Inggris. Sementara itu Negara ini, Italia terkenal sebagai negara Fashion dan salah satu penopang perekonomian Italia. Berbagai merek yang menjadi trend setter bagi masyarakat mode dunia dan  pameran rancangan pakainan yang selalu saja menjadi daya tarik masyarakat untuk menyaksikannya dan berbagai macam pernak-pernik kehidupannya.
Perekonomian kapitalistik terbagi menjadi dua dimana di daerah utara lebih maju industrialis dan didominasi oleh perusahaan swasta, sedangkan didaerah selatan yang relatif masih tertinggal, masih bergantung pada pemerintah dan agrikultural. Italia dibagi menjadi 20 region dan pembagian tersebut pada umumnya berdasarkan pembagian jaman sebelum unifikasi Italia. Italia di bagian Utara ditinjau dari masyarakatnya dikenal sebagai masyarakat yang mempunyai industri lebih maju. Prospek ekonomi di Utara memang lebih menjanjikan dan dinamis. Perkembangan industri yang pesat selam kurang lebih 50 tahun menjadikan Italia menjadi salah satu negara yang makmur di dunia sedangkan di kawasan yang dijuluki sebagai daerah segitiga industri di Utara yang meliputi Torino, Milano, dan Genova menjadi kawasan yang paling makmur di seluruh Italia. Sebaliknya di Selatan, masyarakatnya cenderung kebalikannya. Secara harfiah daerah ini dikenal sebagai ”il mezzogiorno” (tengah hari). Meskipun istilah ini mempunyai makna negatif seperti kemiskinan, buta huruf, dan kriminalitas yang menjadi pandangan masyarakat Italia hingga kini. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Selatan dikatakan sebagai salah satu kawasan yang terbelakang ekonominya di Eropa.
Kemunduran ekonomi di Selatan ini menurut sementara pihak karena kurang nya perhatian dari pemerintah Italia, mengingat wilayah ini sering melakukan tindakan kerusuhan dan kejahatan terorganisasi. Kebijakan pemerintah lebih condong ke Utara sebagai lahan yang lebih subur untuk industri dan investasi. Beberapa kendala yang menjadi hambatan terhadap permasalahan ini karena lahan pertanian di Selatan kurang subur, curah hujan hujan yang tinggi pada musim hujan dan kering di musim panas, masih menggunakan sistem tradisional, kurangnya prasarana transportasi, minimnya sumber daya alam, minimnya pemanfaatan dana, dan terbatasnya kemampuan penduduk sekitar. Keadaan seperti ini menyebabkan banyak dari petani di Selatan hidup dalam keadaan pas-pasan.  Banyak masyarakat Italia yang berimigrasi ke Utara untuk bekerja di sektor industry di daerah segitiga industry di Utara.
Pembagian karakteristik antara Utara dan Selatan sering menimbulkan beberapa persoalan. Secara diskriminatif orang-orang Utara sering menyebut orang Selatan dengan sebutan Terroni. Meskipun permasalahn yang di Selatan kunjung dapat diperbaiki seperti gerakan reboisasi, pengaturan irigasi melalui pembangunan bendungan-bendungan, pembangunan autostrada serta memperbaiki sarana pariwisata terutama wisata laut dan pantai untuk lebih memamfaatkan turis, namun jurang pemisah antara Utara dan Selatan masih menjadi kendala hingga kini.
Pada tahun 1950, pemerintah Italia pernah menerapkan kebijakan regional yang diberi nama Cassa Per Il Mezzogiorno dibentuk untuk meningkatakn standart hidup Italia Selatan. Tujuannya adalah menciptakan 120.000 lahan pertanian baru dan melalui program “Growth Pole Strategy” dimana 60% investasi pemerintah disalurkan ke Selatan dengan tujuan umtuk meningkatkan arus modal, mengingkatkan subsidi serta ketergantungan Italia Selatan kepada pusat serta tidak berhasilnya memacu pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.
Ditinjau dari keadaan historisnya, Italia Selatan merupakan wilayah yang makmur. Secara politik juga sangat berpengaruh dan menjadi kawasan yang sejahtera khususnya pada jaman kekuasaan Kerajaan Sicilia. Namun pelan-pelan kejayaan tersebut mulai meredup ketika pada tahun 1860 setelah unifikasi Italia. Beberapa faktor yang melemahkan Italia Selatan menjadi mundur adalah kurangnya kepedulian pemerintah sejak unifikasi Italia khususnya terhadap pembangunan di Selatan, bencana alam, dan meningkatnya kejahatan terorganisasi.
Meskipun perekonomian Italia dapat dikatakan sebagai Negara maju, namun jurang pemisah kemakmuran Italia antara kedua kawasan tersebut masih terus berlanjut. Italia Selatan masih menjadi kawasan yang kurang menjanjikan di Italia. Selain itu sifat, watak dan figure yang berbeda juga mewarnai perbedaan antara Utara dan Selatan Italia tersebut. Dari segi watak, orang-orang Italia Utara lebih banyak dipengaruhi Ras Kaukasia yaitu cenderung lebih disiplin, well-mannered, sopan, namun dapat dikatakan lebih dingin, business oriented, dan berpikiran kedepan. Sementara orang-orang Italia Selatan sebaliknya, yaitu berwatak lebih keras, kasar, kurang disiplin, meskipun hangat dan ramah. Sedangkan faktor figure lebih dipengaruhi oleh faktor ras dimana berdasarkan historisnya orang-orang Selatan lebih banyak dipengaruhi bangsa-bangsa Mediterania yang pernah mendiami kawasan tersebut pada masa-masa sebelumnya.

oleh : Rany Ayu Wardani (HI-UB)

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates