Jumat, 10 Juni 2011

APA itu TIK ?


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
A.    PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk sosial, di samping sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan utamanya, maka sebagai makhluk sosial manusia harus berkomunikasi di antara sesamanya sebagai kebutuhan utamanya untuk dapat saling berhubungan satu sama lain. Maka mulailah manusia mencari dan menciptakan system dan alat untuk saling berhubungan.
Untuk era seperti ini, komputer bukanlah barang mewah lagi dimana semua orang dapat menggunakannnya dan memfaatkannya dalam berbagai pekerjaan termasuk di bidang pendidikan. Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan dapat membawa perubahan yang pesat dan dampak yang positif dalam kehidupan manusia.
Melalui perangkat ini diharapakan dapat mengembangkan sifat inisiatif dan mengembangkan diri dalam bidang akademik maupun nonakademik dimana kita dapat menempatkan diri secara tepat dalam penggunaan TIK itu sendiri.
Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mendapatkan, menyusun, mengolah, dan termasuk memproses suatu data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, hingga pemerintah dan informasi yang strategis digunakan dalam pengambilan keputusan.
TIK terdiri dari dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan sebagai lat informasi. Sedangkan teknologi komnikasi itu sendiri merupakan segala hal yang berkaitan dengan alat bantu untuk menproses dan mentransfer data dari pernagkat yang satu ke perangkat yang lainnya.
B.     PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Teknologi informasi adalah fasilitas penyampai informasi berupa alat yang diciptakan oleh manusia dengan tujuan mempercepat penyampaian informasi dari pengirim ke penerimanya, sehingga menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Dengan penggunaan teknologi sehingga jangkauannya lebih luas, lebih cepat, dan kapasitas menyimpan informasi lebih banyak.
Teknologi informasi merupakan teknologi yang dibangun dengan basis utama teknologi computer. Perkembangan teknologi computer yang terus berlanjut membawa implikasi utama teknologi ini pada proses pengolahan data yang berujung pada informasi. Hasil keluaran dari teknologi computer yang merupakan komponen yang lebih berguna dari sekedar tumpukan data, membuat teknologi computer dan teknologi pendukung proses operasinya mendapat julukan baru, yaitu teknologi informasi.
C.    PERKEMBANGAN TIK DI INDONESIA
Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama adalah temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaran jaringan komunikasi dengan kabel yang melilit seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Inilah infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasi transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama (Lallana, 2003:5). Komunikasi suara tanpa kabel segera berkembang pesat, dan kemudian bahkan diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943, yang kemudian diikuti oleh tahapan miniaturisai komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947, dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan soko guru TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (eks Uni Sovyet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer, dan terus berevolusi sampai saat ini.
Di lain pihak, perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasi-kannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi  inilah kandungan isi (content) berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk maksud yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication+informatics (telekomunikasi+informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan, sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat, juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library dan sebagainya. Awalan e- bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.
Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era informasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era ini TI dan TK memegang peranan penting dalam teknologi kunci. Perkembangan TIK dapat meningkatkan  kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan akurat termasuk dalam bidang pendidikan. Dengan perkembangan TIK yang semakin pesat membuat masyarakat mau tidak mau mengalirkan segala informasi dengan menerima dampak positif maupun negatif. Perkembangan TIK telah menunjukkan berbagai kegiatana yang bermunculan di bidang teknologi termasuk di bidang pendidikan yang merasakan manfaatnya, seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, dll. Seperti ramalan para ilmuwan dan cendekiawan tentang pendidikan di masa yang akan datang bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang, akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam multidisipliner serta terkait dengan produktivitas kerja yang kompetitif.  

D.    TUJUAN MEMPELAJARI TIK
 Secara khusus tujuan mempelajari TIK adalah untuk :
·         Menyadarkan kita akan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai belajar sepanjang hayat.
·         Memotivasi kita agar kita beradaptasi dengan perkembangan TIK, sehingga kita dapat mengantisipasi dan melaksanakan tugas kita secara mandiri.
·         Mengembangkan kemampuan kita di bidang TIK agar mampu mempermudah kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktivitas lainnya yang menunjang keberhasilan kita, dll.

E.     KOMPONEN TIK
Hardware (Perangkat Keras)
Perangkat keras komputer, berupa: CPU, storage, perangkat Input/ Output, terminal untuk interaksi, media komunikasi data.
Software (Perangkat Lunak)
Perangkat lunak komputer, berupa perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasi akuntansi, dll).
Brainware
Personil untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
  1. Clerical personal (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry = operator).
  2. First level manager, untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out of control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
  3. Staff specialist, digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
  4. Management, untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khusus, analisis khuusus, laporan khusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang. Aplikasi = program+prosedur pengoperasian.
Database (penyimpanan data pada media penyimpanan komputer.
Beberapa keuntungan pemrosesan data berdasarkan database:
  • Pencegahan redundansi data: menghindari pengulangan penyimpanan melalui struktur yang logik dan hemat (menghindari penyimpanan data berulang pada file)
  • Konsistensi data: dengan pengendalian duplikasi data maka tampilan data selalu konsisten karena dari sumber / lokasi penyimpanan yang sama .
  • Integrasi data: dengan diorganisasikannya dalam suatu struktur tunggal dengan hubungan – hubungan logic diantara entitas data yang berkaitan, maka pengguna dapat dengan mudah menghubungkan suatu data dengan data lain .
  • Multiple user: pemakaian data bersamaan pada waktu yang sama dengan sistem network / LAN (local area network).
  • Standarisasi data: dengan mendefinisasikan data dan pembakuan data akan menghindari ketidakseragaman format .
  • Kemudahan pembuatan aplikasi sistem karena data sudah diintegrasikan dengan hubungan – hubungan antar file dan tidak dalam bentuk berkas – berkas terpisah .
  • Kemudahan akses: karena merupakan koleksi data komputer yang diorganisasikan
  • Kebebasan data .
  • Keamanan data: Karena dilengkapi program / fasilitas keamanan dari sistem operasinya dengan pengendalian pemakaian password, pengacakan data / enkrip dan lain – lain.
F.     KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN TIK
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian) dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan.
 Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
  1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
  1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
  2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
  3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
  4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
  5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai cyber crime yang lainnya
  6. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
Kerugian :
  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
  1. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
  2. Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
  3. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :
  1. Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
  2. Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.

Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
  1. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
  2. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
  3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
  1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
G.    PERKEMBANGAN, IMPLIKASI, DAN PEMANFAATAN TIK DI INDONESIA
·         Teknologi siaran sejak PELITA I teknologi berupa siaran radio dan televisi yang telah diprogramkan
·         Teknologi ini terus berkembang hingga PELITA selanjutnya, dan berkembang hingga munculnya televisi swasta dan televisi lokal.
·         Globalisasi telah memicu pergeseran pada dunia pendidikan dimana model pendidikan yang tatap muka beralih pada pendidikan yang lebih terbuka lagi.

H.    KENDALA DAN HAMBATAN YANG DIHADAPI
·         Tidak adanya kebijakan yang jelas
·         Kurangnya dukungan dari berbagai pihak
·         Keengganan menerima inovasi
·         Ketiadaan pembiayaan
·         Kurangnya kompetensi SDM, dll

I.       CONTOH KEMAJUAN TIK “PENEMUAN TERBARU LED PALING TIPIS”
Sebuah display LED (Light Emitting Diodes) baru dapat mengubah cara pandang konsumen terhadap TV, monitoring kesehatan konsumen, dan menatap jendela. Team developer yang diketuai oleh John Rogers, professor Materials Science and Engineering di University of Illinois, bersama dengan para ahli di Northwestern University, Institute High Performance Computing di Singapore, dan Tsinghua University di Beijing, bekerja sama untuk membuat proses baru dari LED inorganic.
LED dari bahan inorganic tampak sangat terang dan tahan lama, namun harganya mahal, tebal dan sulit untuk dibangun. Sementara itu, LED organic lebih murah dan mudah dibangun, lebih tipis dan dapat diaplikasikan di permukaan yang fleksibel. Untuk proses yang baru ini akan mengkombinasikan keduanya.
“Tujuan kamu adalah untuk menggabungkan keuntungan teknologi LED inorganic dengan skalabilitas, kemudahan penggunaan dan resolusi dari LED organic. Dengan membuat array besar dari LED inorganic yang ultra tipis dan ultra kecil, kemudian mengkoneksikannya ke dalam proses film tipis, kami dapat membuat system pencahayaan dan display beresolusi tinggi yang tadinya tidak dapat dibangun dengan menggunakan cara konvensional seperti  dalam pembuatan LED inorganic sebelumnya.” ucap Roger.
Teknologi LED fleksibel tersebut juga dapat diaplikasikan di layar TV atau di bidang kesehatan. “Dengan membuat pembungkusan di tubuh manusia menggunakan selembar tipis LED akan memberikan keuntungan biomedicine dan bioteknologi. Selain itu juga bisa untuk monitoring kesehatan, diangnosa, dan imaging.” tambah Roger.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates