Sabtu, 11 Juni 2011

IPV4 Mulai Habis, IPV6 Mulai Dilirik

Semakin terbatasnya jumlah ketersediaan sistem pengalamatan jaringan internet IPV4 (internet protocol versi 4) membuat Department Komunikasi dan Informasi mulai melirik keberadaan IPV6 yang menyediakan sistem pengalamatan yang lebih besar dan banyak.

Menurut Kepala bagian umum dan Humas Depkominfo irektorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S Dewa Broto, sistem IPV4 yang digunakan sejak 1983 mempunyai ketersediaan IP sekitar 4 miliar.

"Namun, dari data yang saya terima dari IANA (salah satu lembaga pengelola alamat IP) jumlah ketersediaan alamat IP saat ini tinggal 700 juta," ujar Gatot di JAkarta Kamis (30/10).

Gatot melanjutkan, jumlah tersebut amatlah riskan, melihat pertumbuhan dan penggunaan internet di Indonesia saat ini. "Apalagi, sejak tahun 2006 sudah dibangun jaringan internet pendidikan, di mana pada tahun 2012 ditargetkan dapat menghubungkan 30 juta siswa ke internet," sebutnya.

Selain itu, kata Gatot, aplikasi bisnis, pemerintahan, dan layanan mobile juga akan banyak membutuhkan alamat IP. "Karena pemanfaatan sumber daya internet seperti domain dan IP akan bergeser dari institusi menjadi individual. Serta dari perkantoran juga sekolah beralih ke rumah dan ke layanan mobile," terangnya.

Karenanya pada 2010, jelas Gatot, jaringan fiber optik proyek Palapa RING dapat diselesaikan, untuk menunjang pengaplikasian IPV6 yang dapat beroperasi untuk menghubungkan 465 kota di Indonesia dengan jumlah total kapasitasmencapai 600 GBPS.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates